@2014 KeTujuh.com. By. WRP. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Tujuh Keajaiban Yang Mengerikan

1. Pemakaman Sedlec, Republik Ceko


Salah satu tempat untuk melihat koleksi tulang belulang manusia terbanyak di dunia, ialah di Pemakaman Sedlec yang terletak di negara Republik Ceko. Sebuah bangunan gereja kecil yang terdapat di pinggiran Kutna Hora, telah dipenuhi oleh lebih dari empatpuluh ribu kerangka tulang-belulang manusia. Akibatnya gereja ini kemudian dikenal dengan Gereja Tulang atau (Bone Church), lebih dari ribuan tulang belulang tersusun membentuk sebuah ruangan dan bangunan yang ada di dalam gereja ini. Ornamen ruangan, simbol keagamaan, pagar tangga, dan banyak lagi.

Pada tahun 1278, seorang biarawan bernama Henry melakukan sebuah perjalan rohani ke tempat Jesus Kristus dimakamkan. Sepulang dari perjalanannya itu, ia membawa beberapa tanah dari makam Jesus. dan kemudian ia tebarkan tanah-tanah tersebut ke berbagai ruangan di Pemakaman Sedlec, dan berusaha keras untuk menyucikan tanah pemakaman tersebut. Akibatnya semua orang beranggapan bahwa pemakaman sedlec adalah sebuah tempat yang suci dan terbaik bagi jenazah seseorang dimakamkan, sehingga pada akhirnya pemakaman tersebut tidak bisa lagi menampung jenazah yang akan dikuburkan. Akhirnya pada 1511, jenazah yang telah dikuburkan kembali digali, kemudian tulang belulangnya mereka simpan di luar ruangan.

Upaya penggalian tersebut berlangsung lama, hingga pada tahun 1870 seorang tukang kayu, František Rint, disewa untuk mengatur interior ruangan, beserta tulang-belulang yang terdapat di dalam ruang tersebut. Ia pun berpikir dan berusaha memikirkan keberadaan tulang belulang tersebut. Hingga akhirnya tercetuslah sebuah ide untuk membuat sebuah karya seni yang berasal dari tulang. Ia kemudian merangkai tulang belulang menjadi beberapa benda seni, ornamen ruangan, dan bahkan sarana ibadah seperti altar, tempat lilin, dan sebagainya. Walaupun sebenarnya menakutkan bahkan hampir mirip dengan kapel pemuja setan, namun Sedlec adalah bangunan sebuah gereja suci kristiani, yang juga merupakan sebuah pemakaman. Sedlec adalah sebuah bangunan dan tempat keajaiban dunia lain yang mengagumkan.

2. Santa Maria della Concezione, Roma, Italia



Santa Maria della Concezione ialah salah satu tempat yang indah, sehingga jarang ada orang yang berpendapat bahwa kematian adalah hal yang menakutkan. Di dalam sebuah gereja nampak lebih dari 4.000 tulang belulang para biarawan Capuchin yang disusun sedemikian rapinya dan artistik, sehingga terlihat indah. Beberapa tulang belulang masih dilengkapi dengan jubah biarawan Capuchin, namun beberapa disusun ulang menjadi beberapa karya seni baik itu simbol maupun sebuah ornamen ruangan. Sebuah tulisan plakat pun terdapat di dalam ruangan tersebut dan mengatakan, ”Apa yang kamu alami saat ini, adalah yang pernah kami alami. Apa yang kami alami sekarang, adalah apa yang akan kamu alami.” Hal tersebut adalah sebuah peringatan mengenai akan datangnya kematian di dalam perjalanan kehidupan manusia.


3. Pemakaman Bruno, Republic Ceko


Pemakaman Bruno ialah sebuah pemakaman yang terdapat di bawah Alun-Alun St.Jacob sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ketika sebuah proyek pembangunan gedung baru telah ditentukan dan akan dilaksanakan pada tahun 2001, sebuah kegiatan ekpsplorasi oleh para arkeolog pun dilakukan. Dan betapa terkejutnya mereka, bahwa terdapat sebanyak limapuluh ribu lebih kerangka manusia ditemukan terlihat hampir memenuhi ruang terowongan bawah tanah tersebut. Beberapa kerangka telah digali kembali guna memperoleh ruangan untuk jenazah yang baru, sepertinya itu yang dilakukan sehingga banyak kerangka yang terlihat di dalam ruang terowongan. Pernah pada suatu waktu kerang-kerangka tersebut berdempetan cukup erat, hingga kemudian terjadi sebuah bencana banjir dan menghantam semua kerangka yang ada di dalam terowongan. Kemudian pemerintah Kota Bruno melakukan sebuah upaya perbaikan pada tahun 2010 sampai 2011. Tampaknya Pemakaman Bruno ini ialah yang kedua terbesar di dunia. Dan pemakaman ini bukanlah tempat yang terlalu menyeramkan untuk dikunjungi, namun lebih tepatnya tempat ini adalah sebuah tempat menjalin hubungan antara kehidupan dan kematian, sebuah tempat untuk bermeditasi.

4. Menara Tengkorak Niš, Serbia



Menara Tengkorak di Serbia adalah salah satu bangunan yang memiliki kumpulan tulang belulang,dan dimaksudkan untuk menakut-nakuti mereka yang melihatnya. Memang cara tersebut digunakan ratusan tahun di masa lalu, tepatnya di tahun 1809 ketika para pejuang pemberontak Serbia mengalami goncangan secara signifikan akibat berhadapan dengan pasukan Kekaisaran Ottoman. Untuk meredam arus pemberontakan pejuang Serbia, seorang komandan Turki memerintahkan pasukannya untuk memotong kepala dari jenazah yang telah meninggal,mengumpulkan dan menyusunnya hingga menjadi sebuah benteng, hal ini digunakan sebagai peringatan bagi mereka yang mencoba melawan kekaisaran. Sebanyak 952 tengkorak dikabarkan menjadi bagian dari benteng tersebut, namun seiring dengan waktu banyak terjadi klaim dan membawa tengkorak yang dianggap anggota keluarganya, hingga saat ini hanya tersisa limapuluh delapan tengkorak saja di menara Niš.

5. Kapel Tengkorak, Czermna, Polandia


Cerita tentang keberadaan Kapel Tengkorak atau (Kaplica Czazek) merupakan salah satu yang menarik di antara gereja-gereja lainnya di negara Polandia. Kapel ini dibuat antara tahun 1776 dan 1804, ketika seorang pendeta Ceko dan dibantu beberapa penggali kubur setempat, menghabiskan waktu berjam-jam menggali dan mengangkat jenazah yang jumlahnya sangat banyak dan hampir tidak terhitung, karena tempat itu ialah pemakaman massal. Mereka banyak menemukan sejumlah tengkorak dengan kondisi yang berbeda kemudian dipisahkan dari tulang belulang lainnya. Tengkorak yang dikatakan berbeda salah satunya ialah yang memiliki lubang peluru di kepalanya, diduga semasa hidupnya ia adalah politisi. Beberapa tulang di bawa ke dalam kapel. Secara keseluruhan pendeta tersebut telah menemukan sebanyak duapuluh empat ribu tengkorak dalam penggaliannya. Beberapa diantaranya berada enambelas kaki di kedalaman tanah, namun hanya sekitar tigaribu tulang belulang yang menghiasi dan memenuhi ruangan kapel, para pendeta Ceko menamai ruangan ini dengan,”sanctuary of silence.”

6. Capela dos Ossos, Evora, Portugal


Capela dos Ossos, atau lebih dikenal dengan nama Kapel Tulang (Chapel Bones), letaknya bersebelahan dengan Gereja St. Francis yang merupakan salah satu obyek wisata di Kota Evora, Portugal. Capela dos Ossos ini dibangun pada abad ke 16, dengan tujuan untuk mengatur atau mengendalikan kebutuhan lahan pemakaman masyarakat setempat. Salah satu ruangan yang menarik perhatian ialah dimana terdapat dua jenazah yang dikeringkan, seorang lelaki dan anak kecil, menggantung dengan seutas rantai di dinding ruangan. Identitas mereka tidak diketahui, namun berdasarkan penuturan masyarakat setempat, hubungan mereka adalah ayah dan anak, yang bersikap jahat terhadap istri atau ibunya tersebut dan kemudian dikutuk.

7. Paris Catacombs


Di bagian selatan kota Paris, ibu kota negara Prancis ternyata ada sebuah tempat yang cukup luas dibawah tanah berupa semacam labirin-labirin yang digunakan untuk menyimpan sekitar lebih dari 6 juta jasad manusia didalamnya. Labirin bawah tanah tersebut memiliki total panjang sekitar tigaratus kilometer dan memiliki banyak sekali lorong - lorong yang bercabang-cabang sehingga jika orang yang mencoba masuk kedalamnya sangat mungkin akan tersesat, untuk itu diperlukan pemandu untuk berjalan - jalan di labirin tersebut.

Jumlah jasad yang tersimpan didalam The Catacombs hampir tiga kali lipat dari populasi penduduk yang hidup diatas labirin tersebut.

Berdasarkan sejarahnya, dahulu dengan berkembangnya agama kristiani dan adanya tradisi penguburan jasad yang harus dekat dengan lingkungan Gereja, mengakibatkan pada abad ke 10, wilayah-wilayah pemakaman di pusat kota paris menjadi terlalu padat dan sulit untuk berkembang karena berada dipusat kota yang memang sudah cukup sibuk. Hal tersebut membut hanya kaum kaya yang sanggup melaksanakan ritual penguburan di dekat lingkungan gereja. Sedangkan untuk kaum yang tidak memiliki banyak uang, maka penguburan untuk kerabat mereka disediakan tempat pemakaman yang lebih mirip dengan tempat penguburan massal. Saat itu liang lahat yang sudah terisi oleh jasad manusia dapat dibongkar lagi dan dimasuki oleh jasad lainnya serta hanya sedikit jasad yang mampu membeli peti mati sendiri, sehingga akhirnya satu peti mati yang sudah digunakan dapat dipakai lagi untuk penguburan berikutnya.

Saat ini The Catacombs dijadikan museum bawah tanah oleh pemerintah setempat untuk para pelancong, dengan menyuguhkan galeri tulang belulang manusia yang sudah lama dan disusun dengan rapi. Museum ini dibuka setiap hari dari jam sepuluh pagi sampai jam lima sore dan dibatasi hanya duaratus pengunjung setiap Tour nya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar